SELAMAT MEMPERINGATI ISRA MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW
Apa Itu Isra Mi’raj?
Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa yang sangat penting dalam agama Islam. Peristiwa ini menjadi momen besar ketika Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi umatnya serta seluruh alam semesta.
Secara bahasa dan istilah, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Sementara itu, Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha, yaitu langit ketujuh.
Peristiwa Isra Mi’raj terjadi hanya dalam waktu satu malam. Peristiwa ini memiliki makna yang sangat penting bagi umat Islam karena pada saat itulah Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam.
Perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surat Al-Isra ayat 1, yang artinya:
“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Para ulama menjelaskan bahwa perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa terjadi dalam keadaan sadar, tidak sedang tidur atau bermimpi. Perjalanan tersebut dilakukan dengan mengendarai Buraq dan ditemani oleh Malaikat Jibril.
Dalam perjalanan Isra, Nabi Muhammad SAW singgah di lima tempat. Pada setiap tempat yang disinggahi, beliau berhenti sejenak untuk melaksanakan shalat dua rakaat. Tempat-tempat tersebut antara lain:
Kota Madinah, yang kelak menjadi tempat hijrah Nabi Muhammad SAW.
Kota Madyan, tempat persembunyian Nabi Musa AS dari kejaran tentara Fir’aun.
Thuur Sina, tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT.
Baitul Lahm, tempat kelahiran Nabi Isa AS.
Masjidil Aqsa, sebagai tujuan akhir perjalanan Isra.
Selama perjalanan Isra Mi’raj yang penuh keajaiban, Nabi Muhammad SAW juga dihadapkan pada pilihan antara kebaikan dan keburukan. Beliau dengan bijaksana memilih susu, yang melambangkan kesucian dan jalan yang diridhai Allah SWT. Hal ini menjadi gambaran bahwa Nabi Muhammad SAW dan umatnya akan senantiasa berada di jalan kebenaran.
Setelah melaksanakan shalat berjamaah di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril melanjutkan perjalanan Mi’raj menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. Dalam perjalanan tersebut, mereka singgah di tujuh lapis langit dan bertemu dengan para nabi terdahulu, yaitu:
Langit pertama: Nabi Adam AS
Langit kedua: Nabi Yahya AS dan Nabi Ishaq AS
Langit ketiga: Nabi Yusuf AS
Langit keempat: Nabi Idris AS
Langit kelima: Nabi Harun AS
Langit keenam: Nabi Musa AS
Langit ketujuh: Nabi Ibrahim AS
Setelah bertemu dengan para nabi tersebut, Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril juga mengunjungi Baitul Makmur, yaitu tempat para malaikat beribadah.
Hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj sangatlah besar, salah satunya adalah penetapan kewajiban shalat lima waktu dalam sehari semalam. Shalat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah SWT di tengah kesibukan kehidupan. Peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya menegaskan pentingnya shalat, tetapi juga menunjukkan kekuatan iman dan ketakwaan Nabi Muhammad SAW, serta menjadi bukti keajaiban dan kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia.
Oleh karena itu, peristiwa Isra Mi’raj menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjalankan shalat dengan penuh kesadaran dan ketulusan. Melalui shalat, umat Islam dapat memperkuat hubungannya dengan Allah SWT, memperoleh ketenangan batin, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Waktu Peringatan Isra Mi’raj
Peringatan Isra Mi’raj merupakan salah satu hari besar keagamaan Islam yang diperingati setiap tahun pada tanggal 27 Rajab. Berdasarkan kalender digital Kementerian Agama Republik Indonesia, 27 Rajab 1447 H jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Pada tanggal inilah peringatan Isra Mi’raj dilaksanakan.
